Dongeng si Kancil Jadi Raja Hutan | Dongeng Anak Terbaru

si kancil jadi raja hutan
Dongeng si Kancil Jadi Raja HutanPada suatu hari, waktu si kancil sedang asik minum di sebuah sungai.. si kancil mendengar suara teriakan ketakutan. Si kancil lalu mencari dari mana arah suara itu. Dan betapa terkejutnya dia, setelah dia melihat ada seekor singa yang sangat besar tengah bersiap memangsa seekor tikus yang sangat lemah tak berdaya. Meski si kancil di liputi perasaan takut yang amat sangat, tapi hati nuraninya mendorong dia untuk membantu si tikus yang sedang di landa masalah. Ahirnya, si kancilpun memberanikan diri untuk mendekati mereka. Dengan lagak sok biasa, dia berusaha mendekat kea rah singa dan tikus.
Dengan gaya seolah-olah tak tau apa yang terjadi, si kancil menyapa mereka “Wah.. sedang main apa kalian/ sepertinya seru. Apa aku boleh ikut?”. Tanya si kancil. Melihat kedatangan kancil yang tiba-tiba, singa dan tikus itu menjadi terkejut. “ Wah.. muncul lagi satu pecundang. Kebetulan sekali aku sedang lapar. Berani benar kau dating sendiri mencari celaka”. Kata si singa. Dengan lagak sok berani, si kancil menjawab “halah.. kenapa harus takut? Memang apa yang harus aku takuti? Aku sudah terbiasa melawan bahaya? Semua bisa ku kalahkan. Mulai dari buaya, harimau, bahkan manusia juga sudah pernah ku kalahkan. Aku raja di hutan ini, kau pendatang baru mana tahu?”. Kata si kancil. Si singa terkejut mendengar jawaban si kancil. Timbul rasa penasaran di dalam hatinya atas kebenaran perkataan si kancil. “ Apa benar demikian?” Tanya si singa.

 “ Kalau kau tak percaya, kau bisa tanyakan pada salah satu penasehat ku.. dia penasehat kepercayaan ku”. Jawab si kancil lagi. “Mana? Di mana aku bisa bertanya dengan penasehat mu itu”. Singa semakin penasaran. “ Wah.. kau ini berlagak tak tahu atau memang pura-pura tak tahu? Yang kau genggam itu, dia penasehat kepercayaan ku. Jika sampai ada apa-apa dengan dia, maka aku tak akan mema’afkan orang yang mencelakainya”. Jawab si kancil dengan memasang tampang sok garang. Si singa mulai di liputi rasa ragu, dia mulai terpengaruh cerita si kancil. Apa lagi si singa memang termasuk penghuni baru di hutan itu. Jadi dia memang belum tahu benar tentang segala hal yang ada di hutan itu. “Apa benar kata binatang kecil ini? Apa dia memang raja mu? Dan apa semua ceritanya itu benar?”. Tanya singa kepada tikus.

Menyadari bahwa si kancil hanya berniat menolongnya, si tikuspun faham dan mulai mengikuti siasat si kancil. “ Iya.. benar.. dia adalah raja di hutan ini. Dia pernah mengalahkan banyak hewan yang lebih besar dari mu, bahkan memakanya.. dia sangat di kenal dan di hormati di hutan ini. Jika kau tak percaya, kau bisa Tanya pada hewan-hewan lain yang ada di hutan ini”. kata si tikus. Mendengar jawaban si tikus, hati si singa di liputi sedikit rasa takut. Dia mulai ragu.. tapi rasa gengsinya sebagai singa yang gagah dan tak terkalahkan membuatnya tetap berusaha berani. “ Halah.. aku tak percaya.. kalau semua yang kau katakana itu benar, mana buktinya?”. Tanya si singa pada kancil. Tapi dasar kancil cerdik, kali ini posisinya sebagai kancil menjadi raja hutan membuatnya harus terlihat berwibawa. Maka dia berusaha tetap tenang di hadapan si singa.

“Kau mau minta bukti? Beberapa hari yang lalu, akau juga pernah memakan singa seperti mu karena dia bersikap kurang ajar di hutan ini. Kepalanya masih aku simpan di sebuah lubang di pinggir sungai sebagai peringatan bagi hewan-hewan lain agar tak macam-macam dengan kancil si raja hutan. Jika kau mau bukti, kau bisa ikut aku. Tapi setelah sampai sana kau jangan menyesal, karena semua yang tahu rahasia ku akan ku makan.. “. Kata si kancil. Tapi meski sudah mulai di liputi rasa takut, ke angkuhan si singa memaksanya untuk terus maju. “ Baiklah.. siapa takut. Tapi jika ternyata kau menipu ku, kalian berdua yang akan jadi sarapan ku”. Kata si singa. Mendengar gertakan si singa, si tikus menjadi sedikit hawatir. Tapi kancil mengedipkan mata padanya tanda agar si tikus mau percaya pada semua rencananya.

Akhirnya, kancil, tikus, dan singa berjalan menuju tepi sungai di tengah hutan. Mereka menuju sebuah lubang di pinggir sungai, lubang itu agak dalam dan gelap. Hanya pantulan cahaya matahari yang membuat air yang sangat bening di dalam lubang itu menjadi berkilau bagai cermin. “ Nah sudah sampai.. sekarang kau singa.. tengok sendiri ke dalam lubang itu. Di dalam lubang itu kemarin aku menyimpan kepala singa yang telah aku santap. Rasanya sungguh lezat, dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan jika ada singa lain yang bisa aku makan lagi’. Kata si kancil. Dengan perasaan mulai ragu dan takut, singa pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam lubang. Rasa takutnya membuatnya tak berani melihat secara jelas. dia hanya berusaha mengintip saja. Tapi betapa terkejutnya dia ketika melihat di dalam lubang itu benar-benar ada kepala singa. Tanpa menunggu aba-aba, singa itu langsung lari terbirit-birit ketakutan. Karena dia tak ingin di makan oleh si kancil seperti singa yang ada di dalam lubang itu.

Melihat hal itu, kancil dan tikus hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Mereka puas karena siasat mereka mampu mengelabui si singa yang cukup sombong itu. Sebenarnya, di dalam lubang itu tidak ada apapun selain air yang cukup bening sehingga mampuberfungsi seperti kaca. Karena singa hanya mengintip, dia tak menyadari bahwa kepala singa yang ada di dalam lubang adalah pantulan bayanganya sendiri. Dan sekali lagi, si kancil yang cerdik telah berhasil menyelamatkan temanya. Meski dia harus berpura-pura menjadi raja hutan, bisa jadi si kancil adalah raja hutan yang sebenarnya. Bukan karena kekuatanya, tapi karena kecerdikan dan sifatnya yang suka menolong sesama.
TAMAT

Dongeng Cinderella dan Sepatu Kaca, Putri Cantik Yang Berhati Mulia

dongeng cinderella putri berhati mulia
Dongeng cinderella
Dahulu kala, tinggallah seorang gadis cantik bersama 2 orang kakak dan Ibu tirinya. Sejak ayah kandungnya meninggal, ia diperlakukan seperti seorang pembantu. Dipaksa untuk menuruti segala permintaan ibu dan kedua kakak tirinya. Meskipun begitu, Cinderella tetaplah seorang gadis yang baik hati, ia tetap menyayangi kedua kakak dan ibu tirinya.

Suatu hari istana akan mengadakan pesta dansa. Undangan pun disebar hingga ke pelosok desa. Pesta dansa ini bertujuan untuk mencari gadis yang akan menjadi permaisuri pangeran. Mendengar kabar gembira itu, kedua kakak tiri Cinderella sangat bahagia. “ibu, tolong pilihkan aku gaun yang paling cantik untuk menghadiri pesta dansa di istana malam nanti” ujar kakak sulung. “aku juga bu, belikan aku gaun yang baru. Aku tak ingin pangeran kecewa saat berdansa denganku” timpal kakak kedua. Mendengar puterinya berceloteh ria, ibu menjawab “tentu saja, ibu akan memilihkan baju yang bagus untuk pesta nanti malam”. Cinderella yang sedang menyapu terlihat sangat bahagia, dalam hatinya ia juga ingin pergi ke pesta dansa di istana, ia pun berkata kepada Ibu tirinya “Ibu, tolong ijinkan Aku untuk pergi ke pesta dansa, aku tidak butuh gaun baru. Cukup ijinkan aku saja bu”. Ibu dan kedua kakak tirinya sangat kesal dan memarahi Cinderella. Sang ibu berkata “tidak bisa, kau di rumah saja”. Mendengar itu, Cinderella pun terdiam. Harapannya untuk bertemu pangeran gagal. Meskipun begitu ia tetap ikhlas menjalani perlakuan ibunya.

Hingga tibalah waktu pesta dansa. Ibu dan kedua kakak tirinya sudah bersiap pergi ke istana. Mereka memakai gaun terbaik dengan sepatu dan dandanan yang cantik. Sedangkan Cinderella hanya bisa menatap kepergian mereka dari balik jendela. Ketika Cinderella sedang bersedih, tiba-tiba terdengar suara wanita cantik “tenanglah Cinderella, kau akan mengikuti pesta dansa malam ini. jangan khawatir, aku yang akan membantumu”. Cinderella terkejut “kau siapa?”. Wanita cantik itu menjawab pelan “aku peri kahyangan, kemarilah”. Dengan senyum yang menawan, peri itu memutar-mutar tongkatnya di depan Cinderella. Seketika Cinderella berubah seperti seorang putri kerajaan. Ia memakai gaun yang bagus, mahkota emas, wajah yang cantik jelita, serta sepasang sepatu kaca. Cinderella pun nampak bahagia “terimakasih peri. Tapi bagaimana caranya agar aku bisa pergi ke istana itu? Aku tidak punya uang untuk menyewa kereta” ujar Cinderella. Dalam sekejap, peri cantik itu menghadirkan pengawal dan kereta kuda untuk Cinderella. “kau bisa menaiki kereta kuda ini. ingat, pengaruh sihir ini akan hilang saat tengah malam”. ( cerita by dongengterbaru.blogspot.com ) Mendengar itu, Cinderella pun mengangguk dan segera menuju ke istana.

Sesampainya di istana, semua terpana melihat kecantikan Cinderella. Bahkan ibu dan kedua kakak tirinya tidak berhasil mengenalinya. Pangeran pun jatuh cinta, ia mengajak Cinderella berdansa. Cinderella sangat bahagia. Tiba-tiba lonceng tengah malam melengking “aku harus pergi pangeran” ujar Cinderella. “tunggu putri, siapa namamu?” jawab pangeran yang berlari mengejar Cinderella. Tanpa disengaja, sepatu kaca Cinderella terlepas sebelah di teras istana. Sepatu kaca itu akhirnya di ambil oleh pangeran. Dalam hati ia berjanji akan mencari sang putri pemilik sepatu kaca itu.
Keesokan harinya, pangeran bersama pengawal pergi hingga ke pelosok negeri, namun tak ada gadis yang cocok dengan sepatu kaca itu. Hingga tibalah pangeran di rumah Cinderella. Kedua kakak tirinya sangat girang mendengar kedatangan pangeran “berikan padaku, aku akan mencoba sepatu kaca itu” sahut dua kakak tiri Cinderella bersamaan. Namun, ternyata sepatu kaca itu tidak cocok dengan mereka. Tiba-tiba Cinderella berkata “biar aku mencobanya pangeran”. Pangeran menjawab “silahkan nona”. Melihat hal itu ibu tiri berkata “Cinderella, memalukan sekali kau”. Singkat cerita, Cinderella mencoba sepatu kaca itu dan cocok di kakinya. Pengeranpun merasa gembira dan berkata “kaulah putri yang selama ini aku cari”.

Cinderella pun akhirnya dibawa oleh pangeran ke istana dan mereka hidup bahagia.
baca dongeng anak disini

Cerita Bunga dan Kupu-kupu | Dongeng Anak Terbaru

carita bunga dan kupu-kupu
Bunga dan Kupu-kupu
Cerita Bunga dan Kupu-kupu – Pada zaman dahulu kala, ada sebuah hutan yang cukup asri. Di dalam hutan tersebut tumbuh berbagai pohon dengan buah-buah yang manis dan ranum, sehingga banyak binatang yang senang tinggal di hutan tersebut. Dari hewan besar seperi rusa, panda, beruang, hingga para serangga.

Pada suatu hari, hutan tersebut kedatangan seekor penghuni baru. Dia adalah si Lili ulat. Tapi para hewan dan pohon sangat membencinya, karena dia terkenal sangat rakus dan tak memiliki manfa’at apapun. Dia sangat rakus dalam memakan daun-daun, sehingga banyak pohon yang tak mau dia tinggali. Sehingga Lili si ulat harus berpindah dari satu pohon ke pohon lain untuk mencari rumah.

“Wahai pohon apel, bolehkah aku ikut tinggal di dahan mu?”. Tanya Lili ulat pada pohon apel.
“Kau tak boleh tinggal di sini. Karena makan mu banyak. Jika kau terlalu banyak memakan daun ku, maka aku tak akan bisa lagi berbuah. Carilah pohon lainya..”. kata pohon apel dengan ketusnya.
“Tapi aku janji, suatu saat budi mu pasti akan aku balas. Izinkan aku tinggal di sini, karena aku tak lagi memiliki rumah lain”. Kata Lili ulat memelas. dongeng kupu-kupu oleh dongengterbaru.blogspot.com

“Pokoknya tidak boleh..!! karena para hewan yang ikut tinggal di pohon ku pasti juga tidak setuju. Karena jika buah ku berkurang, mereka juga akan kekurangan makanan. Lagi pula apa yang bisa kau lakukan? Mahluk jelek dan lemah seperti mu tak bisa melakukan apa-apa selain makan dan makan saja. Sana pergi cari pohon yang lain”. Kata pohon apel dengan membentak.

Ahirnya dengan sedih Lilit ulat pun pergi mencari pohon lain yang mau dia tinggali. Tapi jawaban tiap pohon yang di temuinya sama, tak ada yang mau menerimanya. Ahirnya.. dia keluar dari hutan menuju ke pinggir hutan. Dia menangis dengan sedih meratapi nasib yang di alaminya. Ternyata tanpa dia sadari, ada pohon bunga matahari yang dari tadi memerhatikan dia.

“Mengapa kaumenagis kawan? Katakana masalah mu, mungkin aku bisa membantu mu”. Kata bunga matahari.
“Si.. Siapa yang bicara?”. Kata Lili ulat terbata-bata karena kaget.
“Aku yang bicara.. lihatlah ke atas!! Aku adalah bunga matahari. Aku adalah ratu dari semua bunga yang ada di padang ini”. Jawab bunga matahari.
Lalu Lili si ulat pun menceritakan kisahnya dengan menangis. Mendengar kisah Lili ulat yang sangat sedih, bunga mata hati menjadi sangat iba.

“Tak usah kau menangis lagi kawan.. kau bisa tinggal di sini. Kau bisa memilih tinggal di pohon ku, atau pohon bunga manapun yang kau mau. Mereka tak akan menolak, karena mereka adalah rakyat ku”. Kata bunga matahari.
Mendengar jawaban dari bunga matahari, Lili ulat menjadi sangat senang. Dia tersenyum dan menghapus air mata di pipinya.
“Benarkah itu kawan?”. Tanya Lili ulat tak percaya.
“Tentu saja benar.. aku tak pernah bohong. Lagi pula tak ada satu hewanpun yang mau tinggal di pohon atau dahan kami, karena kami tak memiliki buah. Jika kau mau tinggal di sini, tentu aku akan merasa senang karena memiliki teman baru”. Jawab bunga matahari .

“Tapi kawan.. kata mereka aku banyak makan. Sehingga mereka tak mau aku tinggal di dahan mereka. Mereka takut kalau daun mereka habis dan tak bisaberbuah. Apa kau tak takut kalau daun mu habis seperti yang mereka katakana?”. Tanya Lili ulat ragu.
“Hahaha.. berarti mereka berfikir sempit. Apalah arti sebuah daun? Seorang teman lebih berharga dan susah untuk di cari. Sedangkan daun akan bisa tumbuh lagi dengan sendirinya. Kau tak usah hawatir kawan..”. jawab bunga matahari dengan bijak.

Lili ulat sangat senang mendengar jawaban yang sangat bijak itu. Dan mulai saat itu, Lili ulat dan bunga matahari menjadi sahabat baik. Tiap hari mereka bercanda dan bercerita tentang banyak hal. Itu adalah hari-hari terindah yang di lalui dua sahabat tersebut. Hingga pada suatu hari..
“Bunga matahari sahabat ku.. ini adalah hari terahir aku bisa bercanda dengan mu.. “. Kata Lili ulat.
Mendengar perkataan sahabatnya itu, bunga matahari terkejut.
“Memangnya engkau hendak ke mana kawan? Apakah kau mau pergi mennggal kan aku?” Tanya bunga matahari.

“Tidak sahabat ku.. aku tak akan mungkin meninggalkan sahabat sebaik diri mu. Aku hanya mau berpamitan.. mulai besok aku akan berpuasa dan mngurung diri ku untuk tidur panjang. Mungkin sudah saatnya aku mulai membalas budi baik mu”. Jawab Lili ulat.
“Berpuasa? Tidur panjang? Membalas budi? Apa yang kau maksud kawan? Aku sama sekali tak mengerti apa maksud ucapan mu..”. kata bunga matahari bingung.
“Kau akan mengerti nanti pada saatnya kawan.. untuk sementara, aku akan meminjam dahan mu untuk membangun rumah ku dalam berpuasa.. ku mohon kau mengizinkanya”. Kata lili ulat.
“Apapun yang terbaik untuk mu kawan, aku pasti mendukung mu..”. jawab bunga matahari.

Ahirnya, mulailah si Lili ulat membuat rumahnya dan berpuasa. Dia membungkus diri dalam balutan benang-benang yang membentuk sebuah kantung, dan biasa kita kenal dengan kepompong. Berhari-hari sudah bunga matahari merawat dan menunggu teman baiknya itu bangun. Dia melindunginya dari panas, angin, dan juga hujan. Dan ahirnya tibalah waktunya untuk si Lili ulat bangaun dari tidur panjangnya.

Tapi betapa terkejutnya bunga matahari, karena dia melihat bukan lagi Lili ulat sahabatnya yang keluar dari kantong itu. Melainkan seekor mahluk indah bersayap yang sangat indah dan canti.
“Siapa kau? Di mana ulat sahabat ku?”. Tanya bunga matahari kebingungan.
“Akulah ulat sahabat mu kawan. Kau tak usah heran. Setelah aku berpuasa dan tidur dalam kantong ini, aku akan berubah menjadi seekor kupu-kupu. Akau meken banyak ketika menjadi ulat, adalah sebagai bekal puasa ku untuk menjadi kupu-kupu. Tapi mereka tak tahu itu. Dan kini saatnya aku membalas budi mu dengan membantu penyerbukan mu dan semua rakyat bunga mu”. Jawab Kupu-kupu yang ternyata Lili ulat itu.

Mendengar penjelasan dari Liliyang kini menjadi kupu-kupu, bunga matahari menjadi sangat gembira. Ternyata sahabatnya itu memiliki kemampuan yang aneh dan luar biasa. Sebuah kemampuan yang tak di miliki oleh hewan lainya. Dan mulai saat itu, persahabatan mereka menjadi semakin akrab. Dan persahabatan tersebut berlanjut hingga anak cucu mereka. Kupu-kupu dan bunga selalu menjadi teman sejati.

TAMAT

Cerita Kancil dan Buaya Singkat - Dongeng Anak

Cerita si kancil menipu buaya
Cerita Kancil dan Buaya
Cerita Kancil dan Buaya - Suatu hari, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati suasana hujan yang asri dan sejuk. Beberapa waktu kemudian, perutnya keroncongan. Ya, kancil yang konon katanya cerdik itu lapar. Ia sedang berpikir untuk mendapatkan mentimun yang letaknya berada di seberang sungai. Tiba-tiba terdengar suara kecipak keras dari dalam sungai. Ternyata itu adalah buaya.

Kancil yang cerdik itu pun punya ide jitu untuk menghilangkan rasa laparnya. Ia bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “selamat siang buaya, apakah kau sudah makan?” Tanya kancil berpura-pura. Namun buaya itu tetap diam, nampaknya ia tertidur pulas sehingga tidak menjawab pertanyaan kancil. Si kancil pun mendekat. Kini jaraknya dengan buaya hanya satu meter saja “hai bbaya, aku punya banyak daging segar. Apakah kau sudah makan siang?” Tanya kancil dengan suara yang dikeraskan. Buaya itu tiba-tiba mengibaskan ekornya di air, ia bangun dari tidurnya. “ada apa? Kau mengganggu tidurku saja” jawab buaya agak kesal. “sudah kubilang, aku punya banyak daging segar. Tapi aku malas untuk memakannya. Kau tahu bukan kalau aku tidak suka daging? Jadi aku berniat memberikan daging segar itu untukmu dan teman-temanmu” jawab kancil polos. “benarkah itu? Aku dan beberapa temanku memang belum makan siang.

Hari ini ikan-ikan entah pergi kemana, sehingga kami tak punya cukup makanan” jawab buaya kegirangan. “kebetulan sekali, kau tidak perlu khawatir akan kelaparan buaya. Selama kau punya teman yang baik sepertiku. Benarkan? Hehehe” ujar kancil sembari memperlihatkan deretan gigi runcingnya. “terimaksih kancil, ternyata hatimu begitu mulia. Sangat berbeda dengan apa yang dikatakan oleh teman-teman di luar sana. Mereka bilang kalau kau licik dan suka memanfaatkan keluguan temanmu untuk memenuhi segala ambisimu” jawab buaya yang polos tanpa ragu-ragu. Mendengar itu, kancil sebenarnya agak kesal. Namun, ia harus tetap terlihat baik demi mendapatkan mentimun yang banyak di seberang sungai “aku tidak mungkin sejahat itu. Biarlah. Mereka hanya belum mengenalku saja, sebab selama ini sikapku terlalu cuek dan tidak peduli dengan omong kosong seperti itu.

Sekarang, panggilah teman-temanmu” ujar kancil. Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan siang hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan siang daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” Pekik buaya dengan suara yang sengaja dikeraskan agar teman-temannya cepat keluar. Tak lama kemudian, 8 ekor buaya yang lain pun keluar secara bersamaan. Melihat kedatangan buaya itu, kancil berkata “ayo berbaris yang rapi. Aku punya banyak daging segar untuk kalian”. Mendengar itu, 9 ekor buaya itu pun berbaris rapi di sungai. “baiklah, aku akan menghitung jumlah kalian, agar daging yang aku bagikan bisa merata dan adil” tipu kancil.

Kancil pun meloncat-loncat girang melewati 9 ekor buaya sembari berkata ‘satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tuju, delapan, dan sembilan” hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai. 9 buaya itu berkata “mana daging segar untuk makan siang kami?”. Kancil terbahak-bahak lalu berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan siang kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”. 9 ekor buaya itu pun merasa tertipu, salah satu diantara mereka berkata “akan ku balas semua perbuatanmu”. Kancil pun pergi sembari berkata “terimakasih buaya bodoh, aku pamit pergi untuk mencari mentimun yang banyak. Aku lapar sekali”.

Demikian cerita kancil dan buaya sebagai dongeng anak sebelum tidur anda. Semoga bermanfaat.

Negeri Para Raksasa | Dongeng Anak Terbaru

dongeng raksasa
Negeri Para Raksasa - Pada zaman dahulu ketika umur bumi masih muda,terjadi peperangan dan kekacauan di mana-mana. Para kerajaan saling berperang untuk memperebutkan wilayah dan melebarkan kekuasaan.

Maka pada masa itu,dunia di dominasi dua kerajaan besar yang sama-sama kuat.Kerajaan Eutopia yang di pimpin oleh raja alexander yang bijak,dan kerajaan Theodore yang di pimpin oleh raja zuma yang kejam dan berlaku tiran. Kedua kerajaan besar itu bertarung bertahun-tahun,menyerang dan
bertahan,berusaha menjatuhkan satu sama lain untuk mempertahankan kekuasaan masing-masing.

Tak terasa sudah hampir 40 tahun lamanya dua kerajaan itu
berperang.Dan usia raja alexander dan raja zuma pun semakin tua.Dan ahirnya pada suatu hari di mulailah sebuah awal dari perubahan
zaman,yang akan mengahiri perang tapi juga menjadi awal sebuah bencana baru yang mengerikan.

Pada suatu hari ketika raja zuma sedang termenung di singgasananya,datanglah seorang penyihir tua menemuinya.Penyihir itu bercerita tentang adanya para prajurit yang sangat kuat,berani,kejam,dan tak terkalahkan.

Mereka di kurung dalam sebuah tempat di langit yang tersembunyi di balik gumpalan-gumpalan awan,sang pencipta menghukum mereka dengan menurunkan para prajurit bersayap untuk memenjarakan mereka dan menjauhkan mereka dari bumi tempat para manusia. Raja zuma sangat tertarik mendengar kisah sang penyihir,dia menemukan harapan untuk memenangkan peperangan yang sudah berlangsung sekian tahun.

"Lanjutkan cerita mu..".Kata raja zuma.

Lalu..Si penyihir pun kembali bercerita,bahwa ada sebuah cara untuk mendatangkan mereka. Dengan membuat sebuah jembatan yang menjulang dari bumi kelangit.

"Bagaimana caranya membuat jembatan penghubung yang menjulang ke langit?Itu hal yang mustahil..".Tanya raja zuma.

"Mungkin jika hanya mengandalkan manusia,memang tak mungkin
paduka.Tapi dengan sedikit sihir yang hamba miliki,keajaiban dapat
terjadi..".Jawab sang penyihir.

Ahirnya..Sang raja zuma pun berniat mendatangkan prajurit yang di
kutuk itu,dia berniat menggunakan mereka untuk menumbangkan kerajaan eutopia. Dan dia mengangkat si penyihir sebagai penasehatnya. Lalu..Pada hari yang di ramalkan dalam buku si penyihir,di mulailah
upacara pembebasan itu. Ketika mendung bergelanyut hitam di kolong langit,ketika guntur dan kilat menyambar menciutkan nyali,jangan kau tanya dari mana suara itu berasal.

Itu adalah suara para prajurit terkutuk yang sedang menempa pedang dan kapak-kapak mereka.Menunggu waktu di mana mereka akan di bebaskan. Lalu..Si penyihir melempar tiga biji kacang yang sudah di mantrai di sebuah tanah lapang.Lalu dia siram dengan sebuah ramuan aneh yang dia bawa di sebuah botol kecil. Dan keajaiban pun terjadi...

Tiga biji kacang itu tumbuh menjadi pohon kacang raksasa,yang
menjulang tinggi menembus hingga ke awan. Raja zuma dan para prajuritnya berkumpul juga di tanah lapang
itu,mereka menunggu apa yang akan turun dari atas sana. Tapi semua sungguh di luar dugaan,ternyata yang datang adalah para raksasa yang liar dan tak terkendali. Jumlah mereka sangat banyak,mencapai ratusan. Mereka memakan segala hal yang mereka temui,ternak bahkan manusia.

Tak butuh waktu lama kerajaan theodore yang besar dan megah menjadi porak poranda,hancur menyisakan puing-puing. Raja zuma mulai menyadari kesalahanya,sifat angkuh dan serakah telah mendorongnya untuk melakukan hal ceroboh. Tapi semua sudah terlanjur,apa yang telah di mulai tak bisa lagi dia ubah. Dan ahirnya raja zuma pun mati di tangan para raksasa yang dia
datangkan sendiri.

Setelah kerajaan theodore musnah,para raksasa pun mulai merambah ke negeri-negeri lain di sekitarnya. Mereka menjarah,memakan,dan menghancurkan apapun yang mereka temui. Berita inipun ahirnya sampai pada raja alexander. Para raksasa mulai mendekat ke negeri yang di pimpinya. Dia pun mengerahkan semua rakyat dan prajurit yang dia miliki untuk membangun sebuah tembok yang tinggi dan besar mengelilingi kota,dan dia menyuruh semua rakyatnya untuk masuk dan berlindung ke dalam kota yang kini berubah fungsi menjadi benteng.

Tapi..Kegelisahan selalu meliputi raja alexander. Jika sampai tembok itu berhasil di tembus,maka tak akan ada lagi
tempat berlindung. Karena kota itu adalah benteng terahir mereka.

Dan ketika raja alexander sedang gundah,datanglah seorang tua
berjanggut putih yang datang menemuinya. Dia adalah seorang yang bijak dan ahli dalam hal keagamaan. Lalu..Orang berjanggut putih itu berkata pada raja alexander..

"Wahai baginda raja,anda adalah seorang raja yang baik dan adil. Paduka tidak usah gundah,karena hamba kemari ingin menyampaikan apa yang hamba tahu".

"Sang pencipta telah memberi hamba ilham dalam mimpi hamba,cara untuk mengalahkan para raksasa. Senjata biasa tak kan mampu menembus kulit mereka,karena sihir hitam melindungi tubuh mereka. Tapi..Ada sebuah pedang peninggalan dari masa lalu yang dapat membunuh mereka. Para prajurit bersayap telah menyimpan pedang itu dalam sebuah gua yang kini tepatnya berada di bawah kerajaan paduka. "DAN HANYA MEREKA YANG PANTAS YANG MAMPU MENEMUKANYA..".

"Dan ketika paduka telah mendapatkan pedang itu,paduka harus bersikap bijak. Paduka tidak boleh membunuh semua raksasa,tapi paduka hanya boleh membunuh pemimpinya saja lalu ambilah cincinya. Dengan cincin itu,paduka bisa memerintah para raksasa untuk kembali ke negeri di balik awan..".Kata lelaki berjanggut putih itu menjelaskan. Dan raja alexander menyanggupinya.

Ahirnya raja alexander pun mencari gua tempat pedang itu
berada,ahirnya dia menemukan gua itu di sebuah ruang rahasia di ruang bawah tanah. Dan raja pun membawa pedang itu dan mengumpulkan para prajurit untuk memberi peringatan.

"Nanti jika para raksasa datang,tidak ada satupun dari kalian yang
boleh ikut berperang. Kalian semua harus berlindung di balik benteng kota bersama para
rakyat yang lain,karena senjata kalian tak mempan untuk melukai
mereka. Cukup aku saja yang akan bertarung..Dan ini perintah.."kata raja alexander.


Para prajurit pun saling berbisik satu sama lain membicarakan
keputusan raja mereka,keraguan meliputi hati mereka. Bagaimana mungkin membiarkan raja mereka berperang seorang diri melawan para raksasa yang ratusan jumlahnya? Mana mungkin seorang manusia dapat menang melawan para raksasa seorang diri? Banyak sekali pertanyaan yang memenuhi kepala mereka,tapi karena itu perintah mereka hanya bisa patuh.

Ahirnya waktu yang di tunggu pun tiba,dari kejauhan pasukan raksasa berjalan menuju kerajaan eutopia. Raja alexander berdiri di depan pintu benteng menunggu kedatangan mereka,dia mencari-cari pemimpin para raksasa itu berada. Dan ahirnya dia temukan dengan mudah,karena dengan tiga mata yang hanya di miliki pemimpin para raksasa..Bukan hal sulit menemukanya. Lalu raja alexander pun menaiki kudanya..Pegasus putih,kuda yang di berkahi dengan kekuatan dan kecepatan.

Dengan cepat raja alexander menerjang para raksasa dan melukai
kaki-kaki raksasa dengan pedangnya. Hingga para raksasa yang terkejut membuka jalan dan memudahkan raja alexander menuju pemimpin para raksasa. Para raksasa yang melihat pedang yang di bawa raja alexander menjadi terkejut,ketakutan mulai meliputi mereka. Itu adalah pedang cahaya yang sangat terkenal kisahnya,ribuan raksasa banyak yang mati menjadi korbanya. 

Kesempatan itu tak di sia-siakan oleh raja alexander,dia pun segera
menerjang ke arah pimpinan para raksasa. Dan dengan cepat dia melompat dan menerjang jantung pimpinan raksasa itu,dan pimpinan raksasa itupun terkapar. Semua berlalu begitu cepat,hingga para raksasa banyak tak menyadarinya. Dan tahu-tahu pemimpin mereka telah tewas..

Dan raja alexander pun mengambil cincin pemimpin raksasa itu dan
mengangkatnya ke atas,semua raksasa pun berlutut melihat cincin yang di bawa raja alexander. Raja alexander ahirnya memerintah para raksasa untuk kembali ke tempat mereka berasal. Setelah semua raksasa kembali,raja pun memerintah untuk memotong pohon kacang itu.

Dan cincin yang di miliki raja alexander ahirnya di sepuh menjadi
sebuah mahkota kerajaan. Dan zaman setelah itupun menjadi damai dan kerajaan eutopia tumbuh menjadi kerajaan yang besar dan luas.
Rakyatnya hidup makmur,damai,dan sejahtera di bawah pimpinan raja alexander yang bijaksana..

Sementara para raksasa kembali ke tempatnya,negeri di balik awan.
Ketika kau dengar suara guntur dan kilat yang menyambar,jangan kau tanya dari mana mereka berasal.Itu adalah suara para raksasa yang menempa pedang dan kapak-kapak mereka,yang memercikan api hingga menciptakan sambaran kilat.. Mereka masih menunggu..Dan terus menunggu..Untuk datang kembali ke dunia..


TAMAT

Dongeng Singa dan Tikus | Dongeng Anak Terbaru

Singa dan Tikus
Dongeng Singa dan TikusPada suatu hari, ada seekor tikus kecil yang sedang asik mencari makan. Saking asiknya, dia tak sadar bahwa dia sudah berjalan terlalu jauh dari rumahnya hingga masuk ke dalam hutan yang cukup lebat. Sadar akan hal itu, si Tikus pun segera bergegas mencari jalan untuk pulang, tapi nasibnya sungguh malang, dia malah tersesat lebih jauh lagi ke dalam hutan. Lama dia mencari jalan untuk bisa pulang kerumahnya, tapi tikus itu belum juga mendapat jalan dan ahirnya kelelahan.

Tak terasa, waktu sudah hampir gelap. Tikus itu masih terus berusaha mencari jalan pulang. Tapi sepertinya hari ini nasibnya benar-benar buruk, ketika tengah kebingungan mencari jalan untuk bisa pulang, dirinya malah tak sengaja masuk di sarang seeekor singan yang tengah tidur pulas. Ranting yang tak sengaja diinjaknya membuat singa yang sedang tidur itu terbangun dan segera mencengkeram tikus itu dengan kuku-kuku tajamnya. “ Hai mahluk kecil.. berani benar kau mengganggu tidur ku. Jika sudah bangaun begini, harus ada yang bisa ku makan. Maka kau akan menjadi makan malam ku. Grrrr…”. Kata singa menggeram.

Mendengar singa yang tengah marah, si tikus malang itu menjadi sangat ketakutan. Dia pun memberanikan diri untuk angkat bicara” ma’af singa yang perkasa.. aku tak sengaja. Aku tersesat di hutan ini ketika sedang mencari makan. Aku sudah beruaha mencari jalan untuk keluar dari hutan, tapi malah tak sengaja aku malah masuk ke dalam sarang mu. Ma’af kan aku.. kasihanilah anak-isteriku yang sedang menunggu ku di rumah. Aku janji, jika kau melepaskan aku, maka suatu saat aku akan membalas kebaikan mu”. Kata tikus memelas.

Mendengar perkataan tikus, singa menjadi tertawa terpingkal-pingkal. ‘”Hahaha.. mahluk kecil seperti mu bisa apa? Hingga kau berani berjanji untuk menolong ku? Tapi baiklah.. karena kau sudah membuat ku tertawa dan aku juga kasihan dengan anak dan isteri mu, maka kali ini kau akan ku lepaskan. Kau jalanlah lurus kea rah utara, maka kau akan bisa keluar dari hutan ini. dan ingat..!! jangan sampai kau kembali lagi ke sini, atau aku akan memakan mu dan tak akan mengampuni mu”. Kata singa. Mendengar itu, si tikus menjadi sangat senang. Tak henti-hentinya dia memanjatkan syukur dan bertekad akan menepati jajinya pada singa suatu saat nanti.

Tiga bulan sudah berlalu setelah kejadian itu, pada suatu pagi.. si tikus mencari makan seperti biasa. Kini dia hanya berkeliling di sekitar perbatasan hutan saja, karena takut jika kembali tersesat seperti dulu. Ketika si tikus tengah asik mencari makan, lamat-lamat dia mendengar suara erangan. Suaranya sudah sangat lemah. Dia pun mencari dari mana arah suara itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat singa yang dulu pernah di temuinya tengah tak berdaya terjebak dalam jaring yang di pasang oleh pemburu. Tikus pun mendekatinya dan bertanya tentang perihal kejadian yang menimpa singa.

Ternyata, sudah tiga hari lamnya singa terjebak di situ. Dia sudah berusaha meronta dan berusaha keluar dari jerat jaring itu, tapi sia-sia. Ahirnya dia terkulai lemas karena kehabisan tenaga dan kelaparan. Mendengar kisah singa itu, si tikus menjadi iba. Lalu dia pun ingat pada janjinya dahulu, bahwa kelak dia akan membantu singa sebagai balas budi. Maka dia pun berkata pada singa “ Hai singa yang perkasa.. dahulu kau meragukan janji ku yang akan menolong mu karena ukuran tubuh ku yang kecil, Tapi kali ini mahluk kecil ini akan menunjukan bahwa dia bisa menepati janji meski ukuranya tak seberapa”. Mendengar perkataan si tikus, singa sedikit kaget. Ternyata mahluk kecil itu masih ingat dengan janjinya dan bukan di buat alas an hanya sekedar untuk melarikan diri. Maka dalam hatinya, singa mengakui sifat yang di milikioleh si tikus.

Tikus itu lalu dengan segera menghampiri singa, dan menggigit tiap tali yang menjerat tubuh sang singan hingga semua tali itu putus. Ahirnya setelahbeberapa waktu, semua tali itu dapat di putuskan dan sang singa ahirnya bebas. Lalu singa menghampiri tikus dan berkata” Terimakasih kau telah menolong ku. Kini aku mengakui keberanian dan kemampuan mu. Kemampuan tak di ukur dari bentuknya, tapi lebih dari apa yang mampu mereka lakukan. Maka mulai saat ini, aku mengangkat mu menjadi sahabat. Dan kelak jika kau butuh pertolongan ku, maka aku akan dating untuk membantu mu”. Kata singan kemudian kembali ke dalam lebatnya hutan. Sementara si tikus segera kembali ke rumahnya. Hatinya merasa senang karena kini dia mendapat teman baru serta sudah mampu menepati jani yang pernah dia buat dulu.

                                                                             TAMAT

Tentang Wali Songo dalam Menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa

Wali songo
Wali Songo memiliki arti yaitu Sembilan wali, sembilan wali yang diyakini sebagai para tokoh penyebar agama Islam di pulau jawa pada abad ke 14 Masehi. Dengan hadirnya era Wali Songo ini maka berakhirlah era Hindu Budha yang sebelumnya menguasai Nusantara dan digantikan dengan adanya agama Islam.

Terdapat tokoh-tokoh lain yang berperan menyebarkan agama Islam di Nusantara, namun ke sembilan tokoh tersebut digadang-gadang menjadi tokoh penyebar Islam yang paling kondang dan paling berperan besar di masa itu. Wali Songo tersebut tinggal di wilayah penting yang ada di pulau jawa yaitu di Jawa Timur tepatnya di wilayah Gresik, Surabaya, Lamongan, Tuban, di Jawa Barat tepatnya di wilayah Cirebon, dan di Jawa Tengah tepatnya di wilayah Kudus, Demak, dan Muria.

Berikut daftar 9 wali songo beserta nama aslinya

Hubungan antar Wali Songo

Wali Songo ini tidak hidup secara bersamaan, namun diantara mereka terdapat hubungan erat baik antara orang tua dan anak maupun guru dengan murid, contohnya saja Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) yang merupakan wali tertua dan mempunyai anak bernama Raden Rahmat (Sunan Ampel). Shekh Maulana Ishaq (Sunan Giri) yang merupakan keponakan dari Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) yang secara otomatis merupakan sepupu dari Raden Rahmat (Sunan Ampel). Raden Rahmat (Sunan Ampel) ini mempunyai anak yang bernama Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) dan Raden Qosim (Sunan Drajad). Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) mempunyai sahabat sekaligus sebagai muridnya yang bernama Raden Said (Sunan Kalijaga). Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) merupakan sahabat dari Wali Songo kecuali Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) yang sudah terlebih dahulu meninggal.

Peran Wali Songo dalam menyebarkan agama Islam

Peran dari Wali Songo ini sangat besar dalam menyebarkan agama Islam. Ini tentu bukan tugas yang mudah, karena ajaran Hindu Budha masih melekat kuat di masyarakat Nusantara. Penyebaran Islam di Nusantara tidak serta merta langsung di terima oleh masyarakat, buktinya saja saat awal penyebaran Islam di Nusantara, Kerajaan Majapahit sedang mengalami perang paregrek. Ini menjadikan Wali Songo yang menyebarkan ajaran Islam tidak digubris oleh masyarakat.
Setiap wali tersebut mempunyai cara yang unik dalam menyebarkan ajaran Islam yang selaras dengan budaya masyarakat Nusantara pada masa itu, sehingga perlahan-lahan ajaran Islam bisa diterima baik oleh masyarakat dan semakin berkembang pesat. Cara yang dilakukan para wali yaitu dengan mendirikan kerajaan Islam, berdakwah, menciptakan karya seni yang sesuai dengan budaya Hindu Buddha yang masih kental di masyarakat, diajarkan cara bercocok tanam yang benar, menjadi tabib di Kerajaan Majapahit, dilatih berdagang sesuai dengan ajaran Islam dan masih banyak lagi (kisah wali sanga di persembahkan oleh dongengterbaru.blogspot.com). Semua ajaran yang diajarkan oleh Wali Songo, dilakukan dengan baik-baik dan tanpa ada paksaan, sehingga masyarakat merasa nyaman dengan ajaran tersebut dan mulai memeluk agama Islam. Ajaran dari para wali tersebut masih bisa dirasakan hingga saat ini dan penerusnya juga semakin banyak.